Rayakan Bulan Bahasa, Penerbit Irfani Luncurkan Buku Memaknai Aku



GHIRAHBELAJAR.COM, DEPOK - Sebanyak 26 penyair meluncurkan buku antologi puisi Memaknai Aku dalam rangka perayaan bulan bahasa. Buku antologi puisi ini merupakan bentuk penghargaan dan kebanggaan para penyair dalam menjunjung bahasa Indonesia.

Kegiatan peluncuran dan bincang buku Memaknai Aku yang digelar secara virtual ini menghadirkan dua penyair muda, yakni Lukman Safardi dan Amir Mujahid. Keduanya merupakan penulis produktif dalam bidang puisi.

Safardi mengungkapkan, membaca puisi itu sesungguhnya bergantung karakter seseorang. Karakter penyair pun ketika membacakan puisi, ada yang santai dan juga menggebu.

Menurut dia, puisi dalam buku ini ada beberapa yang menggunakan gaya bahasa sederhana, tapi memiliki makna yang mendalam. "Refleksi kehidupan, alam, dan ungkapan yang membawa saya ke masa lalu," ujarnya. Ia pun berseloroh, "aku menulis puisi maka aku ada".

Sementara itu, penulis buku Tersesat, Amir Mujahid, mengatakan, pembaca adalah penafsir yang memaknai puisi. Menurut dia, saat suatu karya sudah tercipta maka soal penafsiran menjadi kewenangan pembaca. "Pembaca berhak memaknai apa saja," ujarnya.


Menurut Mujahid, memaknai aku sangat penting dilakukan sebelum memaknai dunia ini. "Semesta kita mulanya adalah diri kita lebih dulu," ungkapnya.

Puisi, menurut dia, bukan sesuatu yang sulit karena di ucapan selamat pagi, di derap kaki yang bergerak, di derit bunyi pintu yang terbuka itu ada puisi-puisi yang kita maknai. "Apakah kita memaknai apa yang ada di sekitar kita, semua hal adalah puisi, sajak, indah," ungkapnya.

Adapun 26 penyair dalam buku antologi puisi Memaknai Aku, antara lain Ahmad Maulana Sidik, Ahmad Soleh, Anastasia Desilawaty Patoding, Antike Maulydia, Dena Arista, Devia Ladesermi, Erlina Budhi Utami, Faiqtooth, Garneta Athillah Riono, Gemi A. Sumitra, Ida Wirnaningsih, Ifa Khoirun Nikmah, Jesy Paramita, Muhammad Iqbal Yuriza, Muhammad Dahlan, Mukmin Amsidi, Nur Kholifah, Purcahyono Hari P, Rahmad Tri Hadi, Sasmitha Septia Wijayanti, Silvester Nusa, Supriadi, Supriyono, Thewed Neniati, Titik Suhartini, Yushita Marini.

Posting Komentar

0 Komentar