Unsur-Unsur Berita dan Struktur Piramida Terbalik



GHIRAHBELAJAR.COM – Berita adalah salah satu produk jurnalistik yang bertujuan memeberikan informasi terkini kepada publik. Namun, penulisn berita tidak bisa sembarangan. Ada kaidah dan struktur yang mesti dipatuhi. Terlebih, agar berita tersebut jadi produk jurnalistik yang sebenar-benarnya. Nah, dalam materi kali ini saya akan membagikan pembahasan mengenai unsur-unsur berita dan struktur berita. Tentu saja, ini menjadi pembahasan mendasar dalam pembelajaran mengenai menulis berita. Mari kita simak.

Unsur-Unsur Berita

Sebuah berita yang baik mesti memenuhi unsur-unsur dasar berita yang karib dikenal dengan rumus 5w+1H. Yaitu: What (apa), when (kapan), where (di mana), who (siapa), why (kenapa), dan how (bagaimana). Ishwara menambahi rumus tersebut dengan “so what?” (lalu apa?).



Rumus Berita

What

When

Where

Who

Why

How

So what

Menjawab pertanyaan tentang kejadian apa yang diberitakan.

Menjelaskan kapan peristiwa itu terjadi.

Menjawab tentang di mana peristiwa tesebut berangsung.

Siapa saja yang terlibat di sana.

Kenapa hal itu bisa terjadi.

Bagaimana peristiwa tersebut terjadi, baik secara kronologis maupun berdasarkan data yang didapatkan.

Apa dampak bagi orang yang terlibat dan apa dampaknya bagi pembaca


(Tabel Rumus Unsur-Unsur Berita)

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya hanyalah rumusan untuk menggali informasi. Karena kunci sebenarnya adalah ada di tangan wartawan itu sendiri. Ada beberapa hal penting yang mesti dimiliki seorang wartawan. Di antaranya adalah sikap skeptis alias tidak mudah percaya dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap suatu kejadian atau peristiwa.

Ya, seorang wartawan yang baik akan menggali suatu fakta secara mendalam. Karena tugas berast wartawan adalah mendekatkan kebenaran kepada masyarakat. Sebab itulah sikap skeptis terhadap informasi dibutuhkan. Skeptis, di dalamnya terdapat sikap kritis dan analitis, yang dengan itu kebenaran akan suatu informasi bisa diupayakan semaksimal mungkin. Dengan berbekal sikap skeptis inilah, rasa keingintahuan dalam diri wartawan akan muncul dengan sendirinya. Jadi, semacam ada rasa tidak mudah puas dengan informasi yang didapatkan. Sehingga terus melakukan penggalian.

Semua itu silakukan dalam rangka memahami suatu peristiwa atau kejadian. Karena tidak mungkin bisa memberitakan sesuatu tanpa mengerti peristiwanya. Maka, rumusan di atas menjadi instrumen paling dasar untuk menggali jawaban-jawaban atas apa yang tidak diketahui. Jadi, setidak-tidaknya berita itu berisi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam rumusan 5W+1H itu.

Struktur Piramida Terbalik

Secara umum, struktur berita terdiri atas Head: Judul berita, Lead: Teras berita, dan Body: Isi berita. Judul berita sebagaimana judul tulisan pada umumnya, merupakan kalimat yang mewakili isinya. Judul berita yang baik terdiri atas minimal 3 kata dan maksimal 8 kata. Judul yang baik, mengandung subjek, predikat, dan objek. Contohnya, “Mendikbud Menerbitkan Aturan Sekolah di Masa New Normal”. Contoh judul tersebut merupakan kalimat aktif, ditandai dengan kata kerja “menerbitkan”. Beda halnya bila judulnya seperti ini, “Aturan Sekolah di Masa New Normal Diterbitkan Mendikbud”. Power pada judul pertama lebih terasa dibandingkan judul yang kedua, meski maksudnya sama. Judul yang baik adalah judul yang menarik, membuat penasaran, dan mewakili isi berita.

Lead atau teras berita adalah bagian penting dari berita. Lead berita terdapat pada bagian paragraf pertama dalam teks berita. Ishwara mengatakan, lead adalah pembuka cerita, suatu janji kepada pembaca mengenai apa yang akan datang. Pada lead inilah tiga detik pertama pembaca akan menentukan untuk melanjutkan membaca berita atau tidak. Maka, pada lead berita ini mesti memuat informasi 5W+1H. Pola lead seperti ini sangat penting, mengingat dalam pemberitaan media massa cetak kadang terjadi pemotongan berita lantaran keterbatasan halaman. Nah, dengan pola lead seperti ini, ketika berita dipotong sekalipun, berita tersebut masih layak untuk terbit.

Kemudian body atau tubuh berita. Di sinilah pertanyaan tentang bagaimana (how) itu dijawab. Selain itu, pertanyaan so what pun akan terjawab di sini. Karena setelah pembaca membaca body beritanya sampai akhir, pembaca yang akan bereaksi atau setidaknya memiliki sikap atas apa yang ia baca. Body berita merupakan penjabaran atau penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang dijabarkan dalam lead. Pada body berita, terdapat kutipan sumber, kronologi cerita, dan sebagainya yang menjelaskan berita dengan fakta-fakta yang ada. Body berita juga bisa dibagi menjadi beberapa bagian, misalnya bagian isi dan penutup atau ekor berita.

Pola seperti ini berarti memosisikan hierarki informasi dari yang terpenting ke yang tidak terlalu penting. Bila digambarkan dalam diagram, maka pola ini akan membentuk piramida terbalik. Seperti yang tampak di bawah ini:



(Piramida Terbalik Struktur Berita)

Jadi, unsur-unsur berita itu hal mendasar yang mesti ada ketika menulis sebuah laporan berita. Bila salah satu unsur pertanyaannya tidak terjawab, berarti berita tersebut masih kekurangan informasi. Kemudian, struktur berita yang baik adalah piramida terbalik. Meskipun ada juga yang menggunakan piramida normal dan campuran keduanya. Namun, paling jamak digunakan adalah piramida terbalik seperti di atas.

Bila artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk disebarkan ya! Terima kasih.

Posting Komentar

0 Komentar