Gangguan Mental Hantui Generasi Z Indonesia


GHIRAHBELAJAR.COM - Sabtu, 24/02/24 - Generasi Z merupakan tumpuan masa depan dan digadang-gadang bakal memimpin Indonesia Emas 2045. Dalam diskusi bertajuk Urban Mental Health yang digelar di Katar Corner Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2). Masalah kesehatan mental, yang bisa berdampak sosial dan ekonomi berkepanjangan serta merugikan kehidupan mereka di masa depan jika tidak ditangani dengan baik sejak dini. Diskusi yang dihadiri oleh para Ketua Komunitas, di antaranya HMI, GMNI, PII, IPNU, IMM, PMII, Karang Taruna kelurahan Rawa Buaya, PRIMA DMI dan majelis yang tergabung dalam perhimpunan remaja masjid di DKI Jakarta.

Menurut data Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey 2022, 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami gangguan mental. Hal ini yang membuat para ketua komunitas tergerak untuk tergabung dalam Komunitas Gen-D atasi masalah kesehatan mental.

Zulfikar selaku Ketua Komunitas-D mengatakan, keprihatinan atas meningkatnya gangguan kesehatan mental utamanya di kalangan remaja dan pemuda, perlu adanya kesadaran untuk menolong mereka agar keluar dari pengaruh-pengaruh negatif.

Dia melanjutkan, kehadiran komunitas bermula dari ide remaja dan pemuda dari anggota lintas organisasi kepemudaan yang memiliki kesadaran terhadap masa depan remaja dan pemuda di Jakarta.

Berbagai masalah yang dibahas diskusi ini diantaranya perilaku negatif remaja, ketidak percayaan diri, mental block, penghambat kreativitas, masalah kepemimpinan dalam organisasi dan perspektif Islam dalam penanganan gangguan kesehatan mental.

"Ada satu contoh yang menarik soal mental health remaja Palestina. Umumnya korban perang mengalami traumatis dan ketakutan, tapi tidak bagi remaja dan pemuda Palestina. Mereka kuat mentalnya. Di Indonesia tidak ada perang tapi gangguan kesehatan mental malah meningkat," jelas Zulfikar yang juga menjabat sebagai Ketua PD Prima Jakarta Pusat.

Diakhir diskusi dirinya mengajak untuk menguatkan hubungan silaturahim antar aktivis masjid dan aktivis organisasi kepemudaan Islam sehingga dapat berkolaborasi dalam program. Salah satu program yang dimaksud adalah kerjasama penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang saat ini sedang berjalan di Jakarta dengan menggandeng organisasi internasional Friends of Palestine (FoP).

Penerimaan donasi dapat melalui Pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah PRIMA DMI di Jakarta atau melalui Bank Syariah Indonesia nomor rekening 780.780.0878 atas nama Sahabat Masjid Berdaya.

Posting Komentar

0 Komentar