Konsep Dasar Pendidikan Islam dalam Tinjauan Ontologis


GHIRAHBELAJAR.COM, Oleh Aisyah Nur Fitriani

Filsafat Pendidikan Islam: Memahami Konsep Dasar karya Dr. Afiful Ikhwan ini tidak hanya dapat menjadi jawaban bagi masyarakat pendidikan, khususnya pendidkan Islam akan langkanya literatur terkait, tetapi juga menjadi warna dan memperkarya khazanah intelektual pengembangan pendidikan di Indonesia.

Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang hakikat kebenaran sesuatu. Sebagaimana diketahui bahwa manusia adalah sebagai khalifah Allah di alam. Sebagai khalifah, manusia mendapat kuasa dan wewenang untuk melaksanakannya. Dengan demikian, pendidikan merupakan urusan hidup dan kehidupan manusia, dan merupakan tanggung jawab manusia hakiki.

Peristiwa Alamiah


Dalam perjalanan hidupnya, umat manusia senantiasa dihadapkan kepada pengalaman-pengalaman peristiwa alamiah yang ada di sekitarnya. Pengalaman-pengalaman lahir ini merupakan sejarah hidupnya yang mengesankan dan kemudian menghidupkan serta menjadi pengalaman batinnya sebagai alat pendorong untuk mengadakan perubahan-perubahan bagi kepentingan hidup dan kehidupannya.

Peran dan fungsi strategis filsafat ini diapresiasi dalam ungkapan kuno bahwa filsafat merupakan mother of sciences (induk ilmu pengetahuan) atau queen of sciences (ratu ilmu pengetahuan) Peran dan fungsi ini menunjukkan bahwa filsafat menekankan pergumulannya pada wilayah proses, sedangkan ilmu menekankan pada produk penguasaan proses secara otomatis menguasai produk. Penguasaan proses secara otomatis menguasai produk belum tentu menguasai prosesnya.

Dari beberapa pengertian tentang sistem dalam pendidikan Islam, dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan Islam adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hunbungan fungsional yang teratur, tidak sekadar acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil. Pendidikan adalah bagian dari suatu proses yang di harapkan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan-tujuan ini diperintahkan oleh tujuan-tujuan akhir yang pada esensinya di tentukan oleh masyarakat, dan dirumuskan secara singkat dan padat, seperti kematangan dan integritas atau kesempurnaan pribadi dan terbentuknya kepribadian muslim.

Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Maka, pendidikan karena merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, tujuannya bertahap dan bertingkat. Tujuan Pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dan kepribadian seseorang, berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya.

Tujuan Pendidikan Islam  


Ada beberapa pendapat dari paraa ahli tentang tujuan dari pendidikan Islam, dan sudah kita ketahui bahwa dasar Pendidikan agama Islam adalah mematuhi perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan dari Allah SWT. Menurut Moh. Athiyah Al Abrasyi bahwa pembentukan moral yang tinggi adalah tujuan utama dari Pendidikan Islam. Sebelum itu beliau menyatakan kalau pendidikan budi pekerti dan akhlak merupakan jiwa pendidikan Islam, mencapai akhlak yang sempurna merupakan tujuan pendidikan Islam yang sebenarnya.

Menurut Imam al-Ghazali at-Thusi, yujuan Pendidikan yaitu pembentukan insan baik di dunia maupun di akhirat. Menurutnya manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila mau berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadhilah melalui ilmu pengetahuan yang di pelajarinya. Fadhilah ini selanjutnya dapat membawanya untuk dekat kepada Allah dan akhirnya membahagiakannya hidup di dunia dan akhirat.

Berkutat pada Tinjauan Ontologis


Lazimnya, letak kelemahan buku-buku filsafat pendidikan Islam karya pemikir-pemikir pendidikan Islam Indonesia adalah pembahasannya lebih terpusatkan pada ontologi daripada aspek epistemologi maupun aksiologi sehingga hanya mengenalkan objek pengetahuan pendidikan Islam. Padahal, yang lebih strategis adalah bila ditekankan pada epistemologis sehingga mempertajam pengenalan strategi, pendekatan, teknik, metode, prosedur dan mekanisme membangun ilmu pendidikan Islam, menemukan konsep pendidikan Islam, menstimulasi pengembangan bangunan ilmu pendidikan Islam yang sudah ada, bahkan berpotensi menemukan dan merumuskan teori-teori baru tentang pedidikan Islam.

Buku karya DR Afiful Ikhwan, M. Pd.I ini juga masih didominasi pembahasan ontologis, sebagaimana terdapat pada mayoritas buku filsafat pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Seperti tercermin pada pembahasan hakikat, meliputi bab hakikat manusia, bab hakikat kedudukan manusia, tugas dan tujuan hidupnya, hakikat pendidik, hakikat peserta didik, hakikat kurikulum dalam pendidikan Islam, hakikat alat dalam pendidikan Islam. dan hakikat evaluasi dalam pendidikan Islam.

Kelemahan kedua adalah pembahasannya kurang fokus, yang justru melebar dan mengacaukan fokus pembahasan hakikat peserta didik tersebut, sehingga implikasinya pembaca relatif pasif dalam menatap pendidikan Islam, seperti pembahasan pada bab tentang hakikat peserta didik, tetapi di dalamnya dibahas konsepsi Islam tentang lingkungan, konsepsi Islam tentang batas-batas pendidikan, dan kemungkinan keberhasilan pendidikan Islam.

Jadi, hampir semua pembahasan dalam buku ini mengarah pada aspek ontologis. Pembahasan manusia secara ontologis hanya akan menumpuk pengetahuan tentang manusia ditinjau dari berbagai perspektif, karakteristiknya dan perbedaannya dengan makhluk lain. apalagi pembahasan mengenai pandangan Islam tentang alam yang tercantum pada bab V dan hubungan manusia dengan alam pada bab VI Jelas, kedua bab ini memiliki implikasi pengertian dan pemahaman yang luas sekali mengingat cakupan alam yang sangat banyak macam dan ragamnya, dan karena terlalu luasnya pengertian dan pemahaman itu, sehingga mempersulit penulisnya untuk menarik dan memfokuskan pada pengertian dan pemahaman filsafat pendidikan Islam.

Di samping itu, pembahasan model demikian kurang strategis ditinjau dari segi ini pengembangan pendidikan Islam, karena pembaca hanya menerima pengetahuan yang dipaparkan tersebut tanpa memberikan spirit untuk megembangkannya. Akan tetapi, tak ada gading yang tak retak, tidak ada karya manusia yang sempurna.

Islam memiliki cara pandang tersendiri dalam masalah-masalah pendidikan. Cara pandang ini bukan saja mempengaruhi proses pendidikan, tetapi bagaimana orientasi Pendidikan yang seharusnya dicapai. Untuk itu, perlu kiranya mengetahui bagaimana prinsip dasar filsafat Pendidikan islam sebagai Langkah untuk menghasilkan manusia muslim yang sesuai dengan goal Islam. Hal ini merupakan penegasan akan pentingnya konstruksi prinsip dasar filsafat pendidikan Islam karena mengkaji hakikatnya terlebih dahulu.

Identitas Buku


Judul Buku : Filsafat Pendidikan Islam, Memahami Prinsip Dasar
Pengarang : Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I
Penerbit : Diandra Kreatif
Kategori : Buku Referensi
ISBN : 978-602-336-726-9
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Halaman : xvi, 228 hlm
Tahun Terbit : 2018

 

Posting Komentar

0 Komentar