FK Uhamka Edukasi Pencegahan Risiko Cedera di Sekolah


 

GHIRAHBELAJAR.COM, CILEDUG - Program Studi Teknik Kardiovaskuler (Prodi TKV) dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FK Uhamka) bekerja sama dengan Perguruan Muhammadiyah Ciledug dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ciledug, Tangerang, mengadakan program pengabdian masyarakat, Rabu (22/5/2024). Kegiatan ini berfokus pada Edukasi Pencegahan Risiko Cedera di Tingkat Sekolah bagi Guru di Perguruan Muhammadiyah Ciledug.

Dalam sambutannya, dr. Erlina Pudyastuti, MKM, sebagai perwakilan dari Prodi Teknik Kardiovaskuler FK UHAMKA, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya upaya untuk menyebarkan pengetahuan, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk menghubungkan ilmu yang diajarkan di perguruan tinggi agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Program ini merupakan kegiatan pertama di Perguruan Muhammadiyah Ciledug yang mana mengidentifikasi kebutuhan akan serangkaian penyuluhan dan edukasi kesehatan, terutama di lingkungan Aisyiyah.

Sebagai narasumber utama, dr. Wening Tri Mawanti, Sp.OK, yang merupakan dosen dari Fakultas Kedokteran UHAMKA, menekankan pentingnya pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sekolah. Dia menjelaskan bahwa langkah-langkah ini tidak hanya dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dia juga menyampaikan informasi tentang identifikasi potensi bahaya di sekolah dan langkah-langkah pencegahan. Edukasi tentang ergonomi di kelas, seperti pentingnya posisi duduk yang benar dan penggunaan meja dan kursi yang sesuai, juga disampaikan untuk mencegah cedera postur tubuh pada siswa.

"Selain itu, manajemen stres dan kesehatan mental diajarkan untuk mengurangi risiko cedera terkait stres," ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan secara tatap muka dan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas perwakilan guru, karyawan Perguruan Muhammadiyah Ciledug, serta anggota PCM Ciledug. Antusiasme peserta tecermin dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi, menunjukkan komitmen mereka untuk memahami dan menerapkan informasi terkait Bahaya Potensial Keselamatan dan Kesehatan bagi diri mereka sendiri dan komunitas mereka.

Posting Komentar

0 Komentar