Interaksi Meningkatkan Konsep Diri


GHIRAHBELAJAR.COM, Oleh Keisya Khairinnisa*

Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Artinya, semua siswa dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain-lain sebagainya, apa yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang bersangkutan sendiri dan untuk siswa lainnya.

Dengan adanya bimbingan kelompk ini ialah proses pemberian bantuan yang diberikan kepada individu guna untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya secara maksimal dengan memberikan informasi, diskusi, dan tanya jawab dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Perkembangan mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya.

Konsep diri siswa ini suatu pandangan dan perasaan tentang diri sendiri (persepsi diri) periode transisi antara masa kanak-kanak ke masa dewasa atau masa belasan tahun. Konsep diri siswa ini guna membantu para siswa agar dapat meningkatkan konsep dirinya menjadi lebih positif sehingga dapat terbentuk identitas diri siswa dengan baik.

Bimbingan Kelompok Tingkatkan Sosialisasi


Bimbingan kelompok adalah kegiatan kelompok diskusi yang menjunjung perkembangan pribadi dan perkembangan sosial masing-masing, individu-individu, dan kelompok, serta meningkatkan mutu kerja sama dengan kelompok guna aneka tujuan yang bermakna bagi para partisipan. Bantuan tersebut berupa pertolongan di bidang kognitif, fisik dan menatal, karena belum adanya mengenal identitas diri, memiliki rasa ragu, sukar mengambil keputusan, masalah dalam hubungan interpersonal, bahkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi tidak berjalan dengan baik.

Pikiran dan presepsi tentang diri ini lebih dikenal dengan istilah “konsep diri”. Harry Stack Sullivan berpendapat, jika seseorang diterima oleh orang lain, dihormati dan disenangi karena keadaan dirinya, maka orang tersebut akan cenderung bersikap menghormati dan menerima dirinya. Sebaliknya bila orang selalu meremehkan, menyalahkan dan menolak dirinya, maka orang tersebut akan cenderung tidak menyenangi dirinya.

Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok ini bertujuan untuk berkembangnya sosialisasi siswa, khususnya kemampuan komunikasi peserta layanan. Secara lebih khusus, layanan bimbingan kelompok ini bertujuan untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, peresepsi, wawasan dan sikap yang menunjukan perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yakni peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal para peserta didik.

Selain itu, tujuan khusus bimbingan kelompok ialah:
  • Melatih peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat di hadapan teman-temannya.
  • Melatih peserta didik dapat bersikap terbuka didalam kelompok.
  • Melatih peserta didik untuk dapat membina keakraban Bersama teman-teman dalam kelompok khususnya dan teman diluar kelompok pada umumnya.
  • Melatih peserta didik untuk dapat mengendalikan diri dalam kegiatan kelompok.
  • Melatih peserta didik untuk dapat bersikap tenggang rasa dengan orang lain.
  • Melatih peserta didik untuk memperoleh keterampilan sosial.
  • Membantu peserta didik mengenali dan memahami dirinya dalam hubungannya dengan orang lain.
Layanan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memungkinkan peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber (terutama pembimbing siswa) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Bahan yang di maksud dapat juga dipergunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan.

Menentukan Hubungan Interpersonal  


Konsep diri ini suatu factor yang sangat menentukan dalam hubungan interpersonal, karena setiap individu akan bertingkah laku sesuai konsep dirinya. Hal ini berarti, bahwa apabila konsep diri seseorang positif, maka individu akan cenderung mengembangkan sikap-sikap positif dalam dirinya sendiri. Seperti rasa percaya diri yang baik serta kemampuan untuk melihat dan menilai diri sendiri secara positif. Sebaliknya apabila individu memiliki konsep diri yang negatif, maka individu tersebut cenderung akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri, merasa ragu, dan kurang percaya diri.

Dasar bagi penyesuaian bagi dirinya individu adalah kesadaran akan dirinya dan penilaian, sadaran akan diri mengacu pada gambaran tentang diri dan penilaian pada diri sendiri. Sedangkan kesadaran terhadap lingkungan mengacu pada peresepsi individu terhadap lingkungan sosial, non fisik, fisik maupun psikologis. Gambaran dan penilaian terhadap diri dan lingkungan ini disebut dengan konsep diri.

Secara umum penerapan bimbingan kelompok, yaitu Tahap 1 Pengenalan, Tahap 2 “Jembatan” antara tahap pertama dan ketiga, dan Tahap 3 inti dari kegiatan kelompok “sebagai pengatur proses kegiatan yang sabar dan terbuka, aktif akan tetapi tidak banyak bicara, dan memberikan dorongan dan penguatan serta empati.

Konsep diri (self concept) merupakan seperangkat prespektif yang dipercaya orang mengenai dirinya sendiri. Peranan, talenta, keadaan emosi, nilai, keterampilan dan keterbatasan sosial, intelektualitas, dan seterusnya yang membentuk konsep diri. Konsep diri merupakan deskripsi mengenai diri sendiri yang juga mengandung evaluasi terhadap diri. Hal tersebut berkaitan pula dengan self esteem (harga diri) dari individu.

Sehingga setiap siswa haruslah menanamkan konsep diri yang positif pada mereka. Karena dapat membentuk karakter-karakter siswa yang baik dalam hal ini mereka akan lebih bertanggung jawab pada tugas mereka sebagai pelajar dan mempermudah dalam menjalani proses pembelajaran di sekolah dan berinteraksi sosial untuk meningkat kan konsep diri yang positif dan bisa berinteraksi dengan baik.

*Mahasiswa Bimbingan dan Konseling FKIP UHAMKA

Posting Komentar

0 Komentar